Home » Portofolio » Rapat Umum Anggota

Rapat Umum Anggota (RUA) dilakukan Oleh seluruh Anggota sekali setiap tahun

Berikut link ke rapat-rapat tahunan yang telah dilakukan sejak pendirian KSU Baliem Arabica pada tahun 2007.

  1. RUA Tahun 2008
  2. RUA Tahun 2009
  3. RUA Tahun 2010
  4. RUA Tahun 2011
  5. RUA Tahun 2013
  6. RUA Tahun 2014

Rapat Umum Anggota versi KSU Baliem Arabica mencerminkan sistem kepemimpinan Kepala Suku dalam tradisi Masyarakat Adat Koteka, di mana dalam rapat-rapat tahunan disampaikan kesan-pesan dan sambutan-sambutan dari semua Kepala Suku atau Kepala Klen/ Marga yang ada, baik sambutan singkat maupun sambutan panjang. Sambutan-sambutan selalu diselingi dengan tanggapan dan sambutan dari Kepala Suku lain bilamana mereka merasa topik yang disampaikan cocok dengan pendapat atau laporan mereka.

Di akhir sambutan-sambutan disampaikan kesan-pesan oleh seluruh anggota di dalam kelompok kecil yang dibagi menurut tempat duduk para anggota. Jadi, sambutan pertama disampaikan berdasarkan pengelompokkan suku/ klen, sementara rapat lanjutan dalam kelompok menurut tempat duduk dilakukan dalam rangka “memasak” atau “menggoreng” sambutan-sambutan yang telah disampaikan, di mana di dalamnya terdapat sambutan Ketua Koperasi sebagai salah satu dari Kepala Suku dimaksud.

Setelah sambutan dan rapat dalam kelompok kemudian Badan Pengurus Koperasi menyampaikan laporan-laporan, kendala dan cerita sukses, yaitu berupa Laporan Badan Pengurus.

Laporan Badan Pengurus ini disusul dengan pembahasan di dalam kelompok. Kelompok pembahasan ini kemudian memberikan kesan-pesan atau kesimpulan terhadap apa yang dilaporkan oleh Pengurus Harian Koperasi.

Proses yang kelihatan panjang ini dilaksanakan dengan tujuan akhir “mencapai kemufakatan” atau ‘konsensus” sehingga tidak terjadi voting sebagaimana yang berlaku dalam rapat-rapat masyarakat modern.

Rapat-rapat dimaksud tidak dibatasi dengan waktu, karena dilangsungkan sepanjang dikehendaki. Pembatasan hanya dilakukan dengan hari, bukan jam. Misalnya Rapat dilakukan dalam Tiga Hari, tetapi jam-jam dalam ke-tiga hari dimaksud tidak diatur secara ketat, dengan tujuan memudahkan semua peserta rapat mengemukakan pendapat dan pikiran, demi mencapai titik-titik kemufakatan.

Mengakhiri keseluruhan rapat yang berakhir dengan kemufakatan, maka pengurus merumuskan hasil mufakat yang ditarik sebagai kesimpulan-kesimpulan, lalu dibacakan menjelang akhir pertemuan untuk mendapatkan persejutuan, atau persetujaun Pleno atau pengesahan. Pada saat Pleno ini, kalau peserta rapat secara suara gemuruh menyatakan “setuju”, atau “ya”, maka notulen dimaksud lolos sebagai keputusan. Kalau tidak segemuruh, tidak seragam atau tidak secepat ditanggapi, maka keputusan yang bersangkutan “ditunda” sampai mencapai kesepakatan, entah pada hari yang sama atau bisa terjadi akhirnya dibawa kembali pada rapat di tahun berikutnya.

Koperasi Baliem Arabica

Phone
Copyright © 2012